Islam Sebagai Anugrah

  • 2
    Shares

SESUNGGUHNYA Islam tak hanya mendakwahkan ’keadilan’ Tuhan, namun juga ‘anugerah’- Nya. Dalam rumusan keadilan Tuhan, segalanya akan dibalas secara setimpal, perbuatan baik atau pun perbuatan buruk.

Itulah kenapa keislaman sesorang disebut sebagai anugerah. Karena dalam hati orang beriman, seperti disabdakan Rasulullah saw. memuat dua ruang. Yaitu Ruang kecemasan dan ruang keberharapan. Cemas jika apa yang dilakukannya di dunia tak mendapat ridha Ilahi. Berharap jika yang dilakukannya di dunia mendapat ridha dan balasan setimpal.

Hebatnya, dalam rumus anugerah Tuhan, yang baik bisa dibalas dengan ganjaran berlipat-lipat, dan yang buruk bisa dimaafkan. Subhanallah.

Karena itu, kita mesti bersyukur karena masih istiqomah di dalam Islam. Orang boleh kaya dengan kekayaannya. Orang boleh berkuasa dengan kekuasaannya. Namun tanpa Islam, semua itu tidak akan memberikan manfaat sedikit pun.

Nabi Muhammad sampai menangis ketika pamannya meninggal. Dia memohon kepada Allah, Ya Allah…berikanlah hidayah kepada pamanku. Lalu, Allah pun malah mengingatkannya.

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. (Al Qashash [28]: 56)

Sekali lagi, mari kita bersyukur, ini anugerah terbaik, jangan disia-siakan. Minimal shalat secara tepat waktu, artinya shalat berjamaah di masjid. [Mrf]