Hikmah Pergantian Tahun

PERGANTIAN tahun menjadi satu hal yang sangat dinantikan oleh semua orang di berbagai penjuru dunia.  Dan waktu menjelang awal tahun ini biasanya identik dengan kilas balik, refleksi ataupun evaluasi beberapa bulan sebelumnya. Terlebih ada yang hanya memaknainya sebatas untuk hura-hura atau kegembiraan sesaat.  Ada yang mengadakannya di puncak gunung, di tepi pantai, di bukit hijau, lapangan, vila, masjid bahkan di kamarnya sekalipun. Ada yang mengevaluasi organisasinya, aktivitasnya, kinerjanya, karyanya, ibadahnya, amalnya, pribadinya dan seterusnya.

Bagi seorang muslim, muhasabah atau evaluasi diri merupakan cara atau usaha untuk menilai, menghitung, mengkalkulasi amal shalih yang dia lakukan dan kesalahan atau maksiat yang telah dia kerjakan sebelumnya. Jadi muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya semuanya kelak akan dihisab.

Ada ungkapan bijak dari sayyidina Umar bin Khatab : ”Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dengan seadil-adilnya. Di hari itu kelak semuanya akan menjadi saksi dan tak luput dari perhitugan Allah swt, tiada yang tersembunyi dari amal kalian barang satupun.”

Muhasabah hakikatnya bukan hanya saat pergantian tahun, atau saat ulang tahun, melainkan sebuah hal yang dianjurkan dilakukan setiap hari, saat malam menjelang tidur, atau pagi menjelang shubuh.

Islam menganjurkan kita melakukan itikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan. Karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia, dan bulan ini merupakan bulan pelatihan sekaligus muhasabah atau evaluasi bagi umat Muslim. Dan biasanya umat Islam melakukan ibadah yang sangat produktif karena besarnya ganjarannya yang Allah swt akan berikan pada bulan tersebut. Buah dari pelatihan dan evaluasi itu untuk mengembangkan kepribadian kita, memperindah akhlak kita, dan meningkatkan amaliah kita.

Dan itulah hakikat atau inti dari muhasabah, adanya perubahan yang terjadi pada diri kita. Jadi, muhasabah tidaklah hanya setahun sekali. Tapi, dianjurkan dilakukan setiap hari, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi saw dan para sahabat-Nya. [az]