Urgensi Muhasabah Bagi Muslim

MUHASABAH sangat bermanfaat bagi diri seorang Muslim, kita dapat mengevaluasi diri pribadi kita, mengintrospeksi akhlaq kita, untuk kemudian memperbaiki karakter kita, mengembangkan kepribadian kita, memperindah akhlaq kita, agar semakin baik, semakin indah, semakin luhur, mencapai matinul khuluq.

Islam membagi akhlak menjadi dua jenis: Pertama, akhlak fitriyah, yaitu sifat-sifat bawaan yang melekat dalam fitrah seseorang yang dengannya ia diciptakan, baik sifat-sifat fisik maupun sifat-sifat jiwa.

Allah swt berfirman: “..(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu..” (QS Ar Rum:30).

Kedua, akhlak muktasabah, yaitu sifat-sifat yang semula tidak ada dalam bawaan lalu diperoleh melalui lingkungan alam dan sosial, pendidikan dan latihan serta pengalaman.

Dan Islam menganggap bahwa akhlak muktasabah  mencakup banyak hal, lebih luas dari akhlak fitriyah. Rasulullah saw bersabda: “Ilmu diperoleh dengan belajar, dan sifat santun diperoleh dengan latihan menjadi santun” (HR. Bukhari)

Jadi, dalam konsep Islam, karakter tidak sekali terbentuk lalu tertutup. Tapi ia terbuka bagi semua bentuk perbaikan, pengembangan dan penyempurnaannya. Sehingga orang yang sifatnya kasar akan  dapat menjadi lembut dengan adanya interaksi dan latihan yang baik setiap harinya. Seperti halnya batu insha Allah akan hancur bila ditetesi air setia harinya.

Sama halnya dengan Sayyidina Umar Bin Khattab yang semula kasar bisa berubah menjadi pribadi yang lembut karena sentuhan Islam. Sementara Abu Bakar yang tadinya lembut bahkan cenderung dianggap lemah juga bisa jadi tegas, keras dan kuat setelah Islam masuk ke dalam hatinya. Demikianlah Islam memberikan peluang kepada setiap orang untuk belajar membentuk karakternya sendiri, karakter muslim, dan kepribadian Islami.

Untuk dapat menyerap Islam dalam kepribadian kita, maka  kita harus memahami konsep diri dan nilai Islam dengan baik dan benar.  Abu Bakar pernah mengajarkan kita doa khusus: ”Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku. Dan jadikanlah aku lebih dari apa yang mereka duga.”

Demikianlah Islam memberi peluang kepada setiap orang untuk belajar membentuk karakternya sendiri, karakter muslim, kepribadian Islami. Namun perubahan ini hanya bisa efektif jika didorong dengan niat yang tulus, disertai kemauan dan komitmen yang kuat. Sehingga akan lahirlah dari sosok manusia yang berakhlak luhur  dan berkarakter kuat yang akan mengembalikan kejayaan Islam. [az]