Potensi Diri

  • 3
    Shares

“Sebab sejarah sendiri pada hakikatnya adalah rekaman pertarungan antara manusia yang mau dan mampu untuk memakai potensi dirinya” (Samson Rahman, MA)

 Bismillaah,

Sekitar tahun 1936 M di desa Jurah, terletak di pinggiran kota Majdal sebelah selatan kota Gaza, Palestina. Dari pasangan Abdullah Yassin dan Sa’dah Abdullah al Hubail terlahir seorang anak laki-laki yang diberi nama Ahmad Ismail Yasin. Dunia kemudian mengenalnya dengan Syaikh Ahmad Yassin.

Tidak ada yang istimewa dari sosok Syaikh Ahmad Yasin, sampai ketika memasuki usia yang kelima belas tahun, beliau mengalami musibah patah tulang leher saat bermain gulat dengan salah satu teman beliau. Kecelakaan yang membuat sampai akhir usianya kelak, ia mengalami kelumpuhan pada kakinya.

Syaikh Ahmad Yasin memang memiliki kekurangan dalam kesempurnaan fungsi organ tubuhnya. Tapi ia memilih untuk menjadi istimewa dengan keterbatasannya. Tak ada yang mampu menahan anak-anak muridnya untuk begadang semalaman, demi untuk bisa menunaikan sholat malam setelah pagi harinya ia menyampaikan tentang keutamaan Qiyamul Lail di kelas. Di lain hari, para orangtua kebingungan mendapati anak-anaknya tidak mau diajak untuk sarapan, bersebab gurunya Syaikh Ahmad Yassin menyampaikan tentang betapa besarnya pahala orang yang berpuasa. Peluru bisa menembus satu kepala, tapi kata-kata bisa menembus jutaan jiwa.

Franklin Delano Roosevelt adalah presiden Amerika Serikat ke-32 dan merupakan satu-satunya presiden Amerika Serikat yang menampu jabatan terlama karena sebanyak 4 kali berturut-turut terpilih kembali (1933 – 1945). Selain karena kemampuannya untuk memulihkan ekonomi Amerika dari Great Depression, hal lain yang membuatnya istimewa adalah karena ia berkursi roda.

Korea Selatan tahun 1985, Lee Hee Ah lahir kedunia. Siapa Lee Hee Ah? ia adalah seorang penderita sindrom down. Ia terlahir dengan kedua tangan yang hanya memiliki empat jari. Kelainan yang disebut dengan istilah lobster claw syndrome membuat jemari tangannya berbentuk seperti capit udang, tanpa telapak tangan. Selain itu Lee Hee Ah juga memiliki kaki hanya sampai sebatas lutut. Lalu siapakah Lee Hee Ah? dia adalah seorang perempuan biasa yang dunia menggelarinya dengan julukan “Four Fingers Pianist”.  

Dari kisah sejarah kita belajar, bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk dapat turut meninggalkan jejak dalam sejarah peradaban manusia. Sejarah akan selalu merekam mereka yang mau dan mampu untuk mengoptimalkan potensi diri yang ada pada dirinya untuk berpartisipasi dalam peradaban manusia.[octa]