Karakter Burung Elang Dari Uhud

  • 5
    Shares

THALHAH dikenal sebagai sahabat yang pemurah dan dermawan, dalam hidupnya ia mempunyai tujuan utama yaitu rela berkorban. Ia termasuk dalam delapan orang yang pertama kali masuk Islam.  Sejak masuk Islam sampai akhir hayatnya, ia  selalu menepati janjinya. Ia  dikenal sebagai orang jujur, tidak pernah menipu apalagi berkhianat.

Dalam riwayat lain, Thalhah juga diberi julukan lain yaitu “Burung Elang Hari Uhud”. Thalhah memang merupakan salah satu pahlawan dalam barisan tentara perang Uhud. Ia siap berkorban demi membela Nabi SAW. Ia memang patut ditempatkan pada barisan depan karena ALLAH menganugrahkan kepada dirinya tubuh kuat dan kekar, keimanan yang teguh dan keikhlasannya.

Ketika perang Uhud terjadi, Rasulullah SAW selamat walaupun dalam keadaan luka-luka. Baginda dipapah oleh Thalhah menaiki bukit yang ada di ujung medan pertempuran. Tangan, tubuh dan kakinya diciumi oleh Thalhah, seraya berkata : “Aku tebus engkau Ya Rasulullah SAW dengan ayah ibuku.” Nabi SAW tersenyum dan berkata: “Engkau adalah Thalhah kebajikan.” Di hadapan para sahabat Nabi SAW bersabda : “Keharusan bagi Thalhah ialah memperoleh surga.” Sejak peristiwa Uhud itulah Thalhah bin Ubaidah mendapat julukan ‘Burung Elang dari Uhud’.

Pada suatu hari istrinya melihat Thalhah bin Ubaidillah sedang murung dan duduk termenung sedih. Melihat kondisi suaminya, sang istri segera menanyakan penyebab kesedihannya dan Thalhah menjawab : ”Uang yang ada di tanganku sekarang ini begitu banyak sehingga memusingkanku. Apa yang harus kulakukan? Maka istrinya berkata : “Uang yang ada ditanganmu itu bagi-bagikanlah kepada fakir-miskin.” Maka dibagi-bagikannyalah seluruh uang yang ada ditangan Thalhah tanpa meninggalkan sepeserpun.

As-Saib bin Zaid berkata tentang Thalhah bin Ubaidillah, katanya : ”Aku berkawan dengan Thalhah baik dalam perjalanan maupun sewaktu bermukim. Aku melihat tidak ada seorangpun yang lebih dermawan dari dia terhadap kaum muslimin. Ia mendermakan uang, sandang dan pangannya.” Jabir bin Abdullah berbicara : ” Aku tidak pernah melihat orang yang lebih dermawan dari Thalhah walaupun tanpa diminta.” Oleh karena itu patutlah jika dia dijuluki : “Thalhah si dermawan, Thalhah si konduktor harta, Thalhah kebaikan dan kebajikan.” [az]