The History of Great Man

  • 2
    Shares

“The history of the world is the biography of great man. And I said: The Great man always act like a thunder. He storms the skies, while other are waiting to be stormed”. (Thomas Carlyle)

 

Bismillaah,

 

Thomas Carlyle, seorang Filsuf dan sejarahwan asal Skotlandia pernah menulis mengenai teori “Great Man”. Ia mengatakan bahwa sejarah sebenarnya tidak lebih dari kumpulan biografi orang-orang besar. The history of the world is the biography of great man. Siapakah orang-orang besar itu? “The Great man always act like a thunder. He storms the skies, while other are waiting to be stormed”.

 

“The Grand Old Man” begitu para tokoh yang hidup semasa perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan RI menjulukinya. Lahir di Agam, Sumatra Barat pada tanggal 8 Oktober 1884 dengan nama Mashudul Haq yang berarti “Pembela Kebenaran”. Beliau memulai pendidikan dasarnya di Europeesche Lagere School (ELS) sekolah khusus anak-anak Eropa. Kecerdasannya membawanya terdaftar sebagai siswa di sekolah elit Eropa Hoogere Burger School (HBS) di Batavia setelah lulus dari ELS. HBS adalah sekolah Tinggi lanjutan yang disediakan khusus untuk golongan Eropa, bangsawan pribumi atau tokoh terkemuka.

Menikmati kebebasan mengenyam bangku pendidikan dari kolonial Belanda, tak membuatnya lupa akan tanah kelahirannya yang masih terjajah. Beliau memilih untuk berdiri bersama bangsanya memperjuangkan kemerdekaan. Beliau memilih untuk mewujudkan harapan kemerdekaan bangsanya.

Kiprahnya tak sebatas ikut serta dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Tapi juga turut serta dalam memperjuangkan pengakuan dunia atas keberadaan dan kemerdekaan negara Indonesia. Kemahiran orasi dan kemampuannya dalam menguasai 7 bahasa asing (Arab, Mandarin, Prancis, Turki, Inggris, Jepang, dan Belanda) mentasbihkan beliau sebagai diplomat nomor 1 di Indonesia.

Salah satu peran yang beliau torehkan bagi bangsa Indonesia adalah ketika pada tahun 1947 beliau melakukan sebuah misi diplomasi ke Mesir demi memperoleh pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Misi ini bukanlah hal yang mudah, mengingat Pemerintah Hindia Belanda dan Kerajaan Belanda tidak akan begitu saja membiarkan Indonesia memperoleh dukungan dari negara-negara lain. Di nusantara, pihak Belanda melakukan langkah-langkah politik dan militer. Sementara di luar negeri, para diplomat Belanda tidak begitu saja membiarkan Indonesia untuk diakui dunia Internasional.

Namun berkat kegigihannya, tim delegasi Indonesia mampu memperoleh pengakuan kemerdekaan dari Mesir, membuat Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto maupun de jure. Diawali dari Mesir, perlahan, satu per satu tokoh dari perwakilan bangsa negara- negara di Asia dan Afrika memberikan pengakuan de jure nya kepada Indonesia.

The history of the world is the biography of great man. Sejarah bangsa Indonesia, salah satu bagiannya adalah biografi dari seorang Grand Old Man. “Si Pak Tua Besar” ini adalah KH. Agus Salim yang dengan gemilangnya telah mewujudkan harapan bangsa Indonesia, menjadi bangsa yang berdaulat dan diakui keberadaanya oleh dunia internasional.

“Sejarah dunia adalah sejarah manusia besar, mereka yang bertindak seperti halilintar. Ia melecut langit, sementara manusia yang lain hanya menunggu lecutannya”[octa]