be a Inisiator

“Engkau telah didahului oleh ‘Ukkasyah” (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Bismillaah,

“Dikatakan kepadaku, ‘Ini adalah umatmu dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan memasuki surga tanpa dihisab dan disiksa” ucap Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wassalam dihadapan para sahabat dalam sebuah riwayat.

Beberapa sahabat mulai mendiskusikan, menyampaikan pendapat masing-masing tentang amalan apa yang menyebabkan 70.000 orang yang disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas mendapatkan keistimewaan untuk masuk surga tanpa dihisab terlebih dahulu.

“Mungkin mereka adalah orang-orang yang selalu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” ucap salah seorang sahabat. Ada pula yang mengatakan, “Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak pernah melakukan perbuatan syirik terhadap Allah.” Dan berbagai pendapat lainnya.

Alih-alih menyampaikan pendapatnya tentang ‘kemungkinan-kemungkinan’ seperti sahabat yang lainnya, ada seorang yang bersegera berdiri “ya Rasulullaah” ucap sahabat itu memanggil lembut sang insan terkasih, “Berdoalah kepada Allah agar aku termasuk bagian dari mereka”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum dan bersabda, “ya, engkau termasuk bagian dari mereka”.

Mendengar hal ini, sahabat yang lain segera turut berdiri dan meminta hal yang sama. “Engkau telah didahului oleh ‘Ukkasyah” jawab lembut Rasulullaah. Ya, sahabat beruntung yang memiliki inisiatif berbeda, yaitu untuk meminta didoakan langsung oleh sang manusia mulia. Disaat mayoritas sahabat lebih memperhatikan hal yang lain, dialah ‘Ukkasyah bin Mihshan. Kisah ini termaktub dalam hadits riwayat Bukhari nomor 5752 dan Muslim nomor 220.

Harry S. Truman adalah presiden Amerika Serikat ke-33, apa salah satu hal yang membuatnya menjadi dikenang oleh dunia?. Ialah sang inisiator pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, salah satu peristiwa paling menentukan dalam Perang Dunia II di wilayah Pasifik. Serangan bom atom di dua kota itu seketika menghancurkan mental pasukan Jepang yang sebelumnya enggan untuk menyerah dan mengakhiri Perang Dunia II.

Nelson Mandela, siapa yang tidak mengenal dengan sosok bersahajanya. Didekam dan disiksa di dalam penjara selama 27 tahun, tidak melemahkan tekadnya untuk memperjuangkan hak bangsanya. Ia mempelopori perjuangan meruntuhkan apartheid di Afrika Selatan dan berhasil. Ialah sang Presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan. Dan pada tahun 1994, karena konsistensi perjuangannya melawan sistem apertheid, Presiden Mandela mendapatkan Nobel Perdamaian dari PBB.

Mereka yang berani untuk berinisiasi adalah mereka yang menyiapkan namanya untuk ditulis pada lembar sejarah dan memposisikan namanya menjadi nominasi untuk dikenang sepanjang masa. [octa]