Kewajiban Shalat Berjamaah di Masjid

  • 2
    Shares

DARI Abu Hurairah, bahwasanya ada seorang buta yang berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tidak ada orang yang menuntunku ke masjid, apakah ada keringanan bagiku untuk shalat di rumahku? Maka Rasulullah SAW menjawab: Apakah kamu mendengar seruan azan? Orang itu menjawab: Ya. Maka Nabi bersabda: Kalau begitu penuhi seruan itu.” Dan juga ada hadis shahih yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:


“Barangsiapa yang mendengar seruan azan, lalu ia tidak datang (memenuhi seruan shalat berjamaah itu), maka tidak sah shalatnya, kecuali karena ada udzur”.

Dan sesungguhnya meninggalkan shalat berjamaah merupakan penyebab utama dari pengabaian pelaksanaan shalat secara keseluruhan. Sudah dimaklumi bahwa meninggalkan shalat ialah bentuk kekafiran dan kesesatan serta keluar dari Islam, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


“(Pembatas) antara seorang muslim dengan kemusrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.”
(HR. Muslim )

Dan Rasullah SAW bersabda:


“Perjanjian antara kita dengan mereka (orang munafik) adalah shalat, barangsiapa meninggalkannya maka sesungguhnya ia telah kafir”.
(HR. Imam Ahmad dan Ashabus sunan dengan sanad shahih)

 

Ayat Al-Quran dan hadis Nabi SAW yang menjelaskan tentang kedudukan shalat, kewajiban mendirikannya sebagaimana yang disyariatkan Allah serta peringatan keras terhadap pengabaiannya sangat banyak. Maka kewajiban setiap muslim ialah memelihara (pelaksanaan)nya, tepat pada waktunya dan mendirikannya sebagaimana yang disyariatkan Allah bersama saudaranya di masjid, sebagai tanda kepatuhan kepada Allah SWT dan rasul-Nya, agar terhindar dari murka Allah dan adzab-Nya.

Shalat berjamaah itu mengandung faidah yang sangat banyak dan maslahat yang sangat jelas di antaranya ialah saling mengenal (taaruf ) sesama jamaah, saling menolong dalam kebajikan dan ketaqwaan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, memberi dorongan kepada orang yang lalai, menampakkan syiar agama kepada segenap hamba-hambaNya, berdakwah di jalan Allah dengan lisan amal, dan faidah lain yang masih banyak.

Sebagian orang ada yang begadang di malam hari sehingga terlambat melakukan shalat Subuh, dan terlebih sebagian bahkan meninggalkan shalat Isya. Tentu, hal seperti itu merupakan kemungkaran besar dan tasyabbuh (meniru perbuatan) orang munafik.[az]