Agar Terhindar Dari Sifat Kikir

     RASULULLAH saw bersabda : “Waspadalah kalian dari perbuatan menzalimi karena kezaliman ialah kegelapan yang bertumpuk-tumpuk pada hari kiamat, dan jauhilah kalian dari pelit, karena sikap pelit telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sikap pelit ini mengantarkan mereka untuk menumpahkan darah mereka dan menghalalkan perkara-perkara yang haram.” (HR. Muslim).

Seorang muslim yang baik dan berakal akan sadar bahaya sifat pelit atau kikir akan merugikan kehidupannya masa kini dan masa mendatang. Semakin pelit dalam mengeluarkan hartanya, semakin Allah memenuhi hidupnya dengan kecintaan kepada dunia dan melupakan akhirat. Tak jarang dirinya akan mudah terjebak dalam keburukan dan fitnah, sebab hartanya dipakai untuk melegalkan kemaksiatan dan mendukung program keburukan yang mengundang kerusakan di muka bumi. Tanpa sadar, sesungguhnya orang tersebut dibutakan matanya, ditulikan telinganya dan ditutup hatinya oleh Allah swt.

    “Zaman semakin mendekat, dan amal semakin sedikit, dan muncullah fitnah-fitnah, dan dilemparkanlah sifat Asy-Syuh (pelit disertai semangat mengejar dunia) di hati dan banyaklah al-Harju” Mereka bertanya, “Apakah itu al-Harju?” Nabi berkata, “Pembunuhan, pembunuhan” (HR. Al-Bukhari)

Sebagai hamba Allah kita dilarang pelit kepada orang lain, sebab hakikat pelit merupakan perilaku orang yang semangat mengejar dunia dan melupakan akhirat. Padahal kekayaan dan kemiskinan sesungguhnya datang dari Allah sebagaimana Rasulullah pernah mengingatkan kemiskinan bukan sebuah hal yang pantas dikhawatirkan dalam kehidupan. Justru kita harus takut ketika dunia dibentangkan secara luas dan manusia berebut mendapatkannya.

Makna hadis itu berhati-hatilah kepada harta sebab jika kita berlomba mengejarnya maka tak pernah akan selesai. Padahal harta jika tak digunakan secara bijak berpotensi membinasakan kehidupan umat manusia. Perkataan tidak bijak maksudnya kita mudah berlaku pelit kepada orang lain. Sebab pelit dilarang dalam Islam dan menjadikan hati seorang muslim menjadi mati rasa ketika melihat penderitaan yang dialami orang lain.

Perlu diingat pelit ialah sifat yang  paling buruk karena berdampak kepada terputusnya silaturahmi, melanggar hak orang lain, dan menumpahkan darah orang lain, serta menahan hak-hak orang lain yang wajib untuk ditunaikan. Rasulullah SAW mengingatkan setiap muslim agar menghindari sifat pelit :“Waspadalah kalian dari penyakit Asy-Syuh, karena ia telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Asy-Syuh telah memerintahkan mereka untuk berbuat zalim maka merekapun menzalimi, memerintahkan mereka untuk berbuat fajir (maksiat) maka merekapun berbuat fajir, memerintahkan mereka untuk memutuskan silaturahmi maka merekapun memutuskan silaturahmi.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)