Bagaimana Muslim Bekerja

 

ETOS kerja penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Karena manusia diwajibkan berusaha dengan giat serta berkepribadian baik. Usaha yang dilakukan haruslah sungguh-sungguh didasari niat ikhlas. Tidak boleh setengah-setengah karena hasilnya tidak akan maksimal. Islam juga mewajibkan agar umatnya berikhtiar dan tidak pasrah menghadapi problematika kehidupan.

Pada era modern ini, kita tidak hanya dituntut untuk selalu berusaha, tetapi harus kreatif dan inovatif serta tidak melampaui batas. Salah satu bentuk tidak melampaui batas yaitu sopan mempelajari pentingnya etika dalam kehidupan. Dalam bekerja Muslim harus menjunjung tinggi etika Islam, yaitu :

Pertama, melandasi setiap kegiatan kerja semata-mata ikhlas karena Allah serta untuk memperoleh ridha-Nya. Pekerjaan yang halal bila dilandasi dengan niat ikhlas karena Allah tentu akan mendapatkan pahala ibadah. Rasulullah SAW bersabda : “Allah SWT tidak akan menerima amalan, melainkan amalan yang ikhlas dan karena untuk mencari keridhaan-Nya (HR. Ibnu Majah)

Kedua, Mencintai pekerjaannya sebab pekerja yang mencintai pekerjaanya maka dapat bekerja dengan tenang, senang, bijaksana, dan akan meraih hasil kerja yang optimal. Sesungguhnya Allah cinta kepada seseorang di antara kamu yang apabila mengerjakan sesuatu pekerjaan maka ia rapihkan pekerjaan itu. Menjadi penting menumbuhkan semangat mencintai pekerjaan sehingga mampu mengarahkan tenaga ahli Indonesia kelak menjadi professional yang dijunjung tinggi.

Ketiga, Mengawali setiap kegiatan kerjanya dengan ucapan basmalah sehingga mengundang keberkahan dan keridhaan Allah. Rasulullah saw bersabda : “Setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan bacaan bismillah, maka terputus (keberkahannya).” (HR Abdul Qadir ar-Rahawi dari Abu Hurairah).

Keempat, melaksanakan keseluruhan kerjanya dengan cara yang halal sehingga tidak merusak hati dan keimanan. Sehingga penting menjauhi segala hal yang diharamkan Allah. Bagaimanapun tak ada keberkahan dan mengundang murka Allah jika makanan yang masuk ke dalam tubuh terdapat sesuatu yang haram. Rasulullah saw bersabda :“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang baik,mencintai yang baik (halal), dan tidak menerima (sesuatu) kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin sesuatu yang diperintahkan kepada para utusan-Nya. (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Seorang muslim harus meyakini kesuksesan tidak diraih dengan berpangku tangan melainkan karena kerja keras dan kesungguhan hati dalam merealisasikannya. Jika selalu sibuk dalam aktivitas kebaikan, kita percaya akan lahir pribadi muslim yang memiliki produktivitas dan kompetensi tinggi dalam persaingan di era globalisasi saat ini.