Berbuat Baiklah Sesuai Dengan Kemampuan

BERBUAT kebajikan ketika bermuamalah sesama manusia dengan melakukan hal yang wajib dan meninggalkan yang haram, hukumnya ialah wajib. Dan mengerjakan yang sunah serta meninggalkan yang makruh hukumnya ialah dianjurkan. Berbuat baik kepada sesama manusia, ada yang hukumnya wajib, seperti berbuat baik kepada kedua orang tua dan keluarga, dengan cara berlaku baik dan menyambung kekerabatan.

Amal baik kepada sesama manusia yang hukumnya sunah atau dianjurkan, yaitu sedekah. Kemudian berbuat baik kepada hewan yang boleh disembelih atau dibunuh. Caranya adalah dengan menyembelihnya dengan pisau yang tajam agar penyembelihan cepat, mengurangi rasa sakitnya. Inilah yang diperintahkan kepada setiap Muslim. Agar mereka menjadi baik dalam setiap keadaan, baik dalam perbuatannya, baik dalam muamalah terhadap sesama, aik dalam amal perbuatan, dan baik dalam pergaulannya, serta baik dalam niatnya.

Allah SWT berfirman : “Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS:At-Taubah: 91)

Mereka yang tidak mampu berperang karena fisik mereka yang lemah atau karena tidak punya bekal, dan niat mereka tulus ingin ikut, maka mereka termasuk orang-orang yang berbuat baik dengan niatnya. Allah menoleransi mereka karena niat mereka yang baik. Mereka tidak berangkat berjihad bukan karena tidak mau. Akan tetapi mereka tidak berangkat karena tidak mampu secara fisik dan finansial. Seandainya mereka mampu, mereka akan berangkat. Mereka mendapat pahala yang sama dengan orang-orang yang berangkat berjihad. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud, Rasulullah bersabda, “Kalian meninggalkan orang-orang (yang tidak turut berjihad), tidaklah kalian lewat di suatu jalan, atau kalian berinfak dengan suatu infak, atau melewati lembah, kecuali mereka bersama kalian (dalam pahala).”

Jadi, apa pun dan bagaimana pun kondisi kita saat ini, hendaklah kita berupaya untuk selalu berbuat kebaikan dengan segenap kemampuan kita dan janganlah melebihi batas. Karena Allah SWT menilai setiap niat kita dan keikhlasan hati kita disertai kesungguhan jiwa kita dalam beramal.