Keagungan Bahasa Al-Quran

 

      ALLAH SWT berfirman: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (QS Al-Isra : 88) Al-Quran ialah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan penuh keagungan. Tiap kata dalam Al-Quran merupakan sebuah firman Allah yang agung, tak dapat ditiru oleh penyair sehebat apapun. Maka merugi sekali orang yang coba menandingi dan membuat syair untuk melawan kata-kata dalam Al-Qur’an. Sebab dia sesungguhnya tak akan mampu menandingi maha karya ciptaan Allah tersebut.

Dalam sejarah umat manusia khususnya bangsa Quraisy, kata-kata ialah senjata ampuh untuk menguatkan atau melemahkan citra seseorang di mata publik. Pada zaman dahulu, para penyair Quraisy mendapatkan kedudukan istimewa dalam struktur sosial masyarakat. Jika seorang penyair memuji orang yang buruk rupa sekalipun, maka seakan orang tersebut merupakan manusia terganteng di zaman tersebut. Sebaliknya seorang yang berwajah tampan jika dihina dengan syair yang buruk maka seakan ketampanan orang tersebut hilang.

Mengingat budaya Arab khususnya Quraisy yang menyenangi kata-kata, maka Allah menurunkan perkataan terbaiknya berupa Al-Quran. Ini menjadi salah satu mukjizat untuk menguatkan hati Rasulullah dalam menghadapi kaumnya. Sehingga pelan tapi pasti banyak sekali orang yang tertarik untuk mendalami Islam dan kandungan makna Al-Quran.

       Allah SWT berfirman : “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri), Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa.” (QS. At-Thur: 35-37). Mendengar ayat itu, maka berkatalah Jubair bahwa hampir saja hatinya melayang. Sebab Allah meminta manusia agar tidak angkuh selama hidup di bumi milik Allah. Sehebat apapun manusia, maka hendaknya tetap minta perlindungan dan memohon ampunan kepada Allah.

Al-Quran berisi ilmu pengetahuan (sains) yang sangat luas dan berbagai pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Al-Quran merupakan sumber ilmu dunia dan akhirat. Berkat ketinggian derajat Al-Quran, terangkat pula derajat ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia. Dalam Al-Quran terdapat sebaik-baik kisah perjalanan nabi terdahulu, perumpamaan yang paling efektif dalam menilai baik-buruk dan hikmah kehidupan. Al-Quran juga menceritakan berita yang paling akurat dan argumen terkuat disertai retorika dan gaya bahasa yang paling indah.